Apa Itu Overselling? Ini Pengertian, Penyebab, Serta Cara Mengatasinya
Overselling adalah kondisi ketika penjualan melebihi stok. Simak penyebab, dampak, dan cara mengatasi overselling dalam bisnis.
Para pelaku usaha sering kali menghadapi komplain pelanggan karena pesanan dibatalkan akibat stok yang ternyata sudah habis atau overselling.
Situasi ini biasanya terjadi pada bisnis yang menjual produk di banyak platform tanpa sistem pengelolaan stok yang terintegrasi.
Lalu, apa sebenarnya overselling dan bagaimana cara mencegahnya?
Apa Itu Overselling?
Overselling adalah kondisi saat penjualan melebihi stok yang masih tersedia. Kondisi ini bisa terjadi di berbagai lini bisnis, khususnya bisnis dengan volume transaksi tinggi.
Akibatnya, pesanan yang telah masuk harus dibatalkan karena tidak adanya stok.
Kondisi ini bisa terjadi di berbagai lini bisnis, seperti toko online, platform e-commerce, hingga industri jasa yang menjual layanan dengan kapasitas terbatas.
Penyebab Overselling dalam Bisnis
Overselling tidak terjadi begitu saja, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan overselling, yaitu:
1. Perbedaan dan Kesalahan dalam Stok
Adanya perbedaan stok di sistem akan sangat memengaruhi stok yang tampil di konsumen. Terlebih apabila bisnis tersebut menggunakan banyak platform untuk berjualan.
Stok yang berbeda dan belum tersinkronisasi di setiap platform tersebut sering kali menjadi masalah utama.
2. Stok yang Masih Belum Real Time
Stok yang tidak terupdate secara otomatis (real time) juga sangat berpengaruh. Apabila pencatatan stok masih dilakukan secara manual, risiko selisih stok karena human error akan sangat mungkin terjadi.
3. Lonjakan Pesanan
Terjadinya lonjakan pesanan karena promo atau event tertentu seperti PayDay Sale juga dapat mengakibatkan overselling. Terlebih jika stok yang dimiliki belum terintegrasi antar platform.
Di sisi lain, kemungkinan adanya human error karena lonjakan pesanan juga tidak bisa diabaikan.
Dampak dan Bahayanya Overselling bagi Bisnis
Terjadinya overselling tidak bisa dianggap remeh. Kondisi ini bisa mengakibatkan bisnis mengalami kerugian secara materil dan non materil.
Beberapa dampak dan bahaya dari overselling, yaitu:
1. Kepercayaan Pelanggan yang Menurun
Ketika pesanan pelanggan harus dibatalkan karena stok habis, kepercayaan pelanggan terhadap bisnis dapat menurun.
Pengalaman buruk ini bisa membuat pelanggan ragu untuk kembali melakukan pembelian di kemudian hari.
2. Potensi Penjualan yang Hilang
Overselling juga menyebabkan bisnis kehilangan peluang penjualan. Pesanan yang terpaksa dibatalkan tidak hanya menghilangkan potensi pendapatan, tetapi juga berpotensi membuat pelanggan beralih ke kompetitor.
3. Proses Operasional menjadi Terhambat
Masalah overselling dapat menambah beban operasional tim, mulai dari proses konfirmasi pembatalan pesanan hingga penanganan keluhan pelanggan.
Hal ini membuat alur kerja menjadi kurang efisien dan menyita waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk aktivitas operasional lainnya.
Cara Mengatasi Overselling dengan Tepat dan Praktis
Faktor utama terjadinya overselling berkaitan dengan stok. Maka solusi yang harus dilakukan juga harus berkaitan dengan stok. Beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Gunakan Warehouse Management System (WMS)
Warehouse Management System (WMS) dapat membantu bisnis memantau dan mengelola stok secara lebih akurat. Dengan sistem ini, data stok dapat diperbarui secara otomatis sehingga meminimalkan risiko perbedaan data di berbagai platform penjualan.
Salah satu solusi yang sudah menerapkan sistem ini adalah layanan fulfillment dari Ethix. Melalui integrasi WMS, proses pengelolaan stok, pemrosesan pesanan, hingga distribusi barang dapat berjalan lebih efisien dan terkontrol.
2. Batasi Pesanan Tiap Pelanggan
Membatasi jumlah pembelian per pelanggan juga bisa menjadi langkah preventif untuk menghindari overselling, terutama saat promo besar berlangsung. Cara ini membantu bisnis menjaga ketersediaan stok agar tidak habis terlalu cepat dalam waktu singkat.
3. Terapkan Sistem Pre-Order
Sistem pre-order dapat menjadi solusi ketika stok produk terbatas tetapi permintaan cukup tinggi. Dengan sistem ini, pelanggan tetap dapat melakukan pemesanan, sementara bisnis memiliki waktu tambahan untuk menyiapkan atau memproduksi stok yang dibutuhkan.
Overselling merupakan masalah yang cukup sering terjadi dalam bisnis dengan volume transaksi tinggi, terutama ketika pengelolaan stok belum dilakukan secara terintegrasi.
Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memastikan sistem pengelolaan stok berjalan dengan baik dan selalu terupdate.
Di sisi lain, ini juga menekankan pentingnya sistem manajemen gudang, membatasi jumlah pembelian, hingga menerapkan sistem pre-order. Alhasil risiko overselling dapat diminimalkan sehingga proses penjualan dapat berjalan lebih stabil dan efisien.
Ethix Indonesia
https://ethix.id/A Jakarta-based e-logistics solutions company equipped with experienced management team in warehouses industry, integrated warehouse management system with standard business process and infrastructure, ethix.id aims to ease your way in growing phase.
Contact Us
Get in touch with the right people at Ethix.id, fill out the form or message us at via Whatsapp. We’ll put you in touch with the right team
By submitting, you agree to Ethix.id Privacy Policy
