Bundling artinya sebuah strategi menggabungkan beberapa produk dalam satu paket. Ketahui pengertian, manfaat, dan tips bundling yang efektif di sini.
Untuk menjual sebuah produk, para seller umumnya menerapkan berbagai strategi marketing, salah satunya adalah bundling. Bundling artinya menggabungkan dua atau lebih produk ke dalam satu paket pembelian yang ditawarkan dengan nilai atau harga tertentu.
Sekilas, strategi ini sering dianggap merugikan seller karena menjual beberapa produk sekaligus dengan harga yang biasanya lebih murah dibandingkan pembelian satuan.
Apa Itu Bundling?
Bundling adalah sebuah strategi marketing yang dilakukan oleh penjual untuk menjual dua atau lebih produk sekaligus secara sepaket dengan harga satu yang telah ditentukan.
Strategi ini memungkinkan penjual untuk menjual beragam produk yang sejenis atau berbeda jenis dalam satu paket yang sama.
Keunggulan dari strategi ini adalah harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harus membeli produk tersebut secara satuan.
Misalnya, produk A memiliki harga Rp20.000, sementara produk B memiliki harga Rp30.000. Artinya, saat konsumen ingin membeli keduanya secara satuan, maka mereka harus mengeluarkan Rp50.000.
Di sinilah peran bundling menjadi penting. Harga tersebut bisa ditekan hingga Rp40.000 hingga Rp45.000 sehingga konsumen bisa lebih hemat dibanding membeli satuan.
Pada beberapa kasus, penjual biasanya menggabungkan produk yang ‘kurang laku’ dengan produk yang paling laris ke dalam satu bundling untuk mencegah aging stock.
Tapi apakah manfaat bundling hanya sebatas itu saja?
Manfaat Bundling yang Sering Tidak Disadari
Bukan hanya menarik konsumen, strategi bundling juga memiliki berbagai manfaat bagi penjual yang kadang tidak disadari.
Beberapa manfaat bundling yang bisa dirasakan oleh penjual, yaitu:
1. Mengurangi Aging Stock
Aging stock atau stok produk yang tidak bergerak/terjual tentu menjadi persoalan bagi seorang penjual. Beberapa produk bisa mengalami kerusakan dari segi kualitas atau sekadar menghambat perputaran modal.
Lewat strategi ini, produk yang kurang diminati bisa digabungkan dengan produk yang terjual laris. Cara ini bisa menjadi win-win solution, di satu sisi produk yang kurang laku dapat tetap terjual, sementara di sisi lain, produk yang sudah laris berpotensi mengalami peningkatan transaksi.
2. Meningkatkan Transaksi Penjualan
Salah satu keuntungan strategi bundling adalah harga yang lebih terjangkau bagi konsumen. Ini membuat bundling artinya memiliki daya tarik tersendiri.
Harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli secara satuan, membuat konsumen berpikir lebih ‘untung’ jika membeli secara bundling. Inilah kemudian yang bisa mendongkrak transaksi penjualan.
3. Hemat Biaya Promosi
Produk bundling secara otomatis mempromosikan dua atau lebih produk dalam satu paket penawaran. Artinya, penjual tidak perlu melakukan promosi terpisah untuk setiap produk.
Dengan satu promosi, beberapa produk bisa sekaligus dikenal oleh konsumen. Hal ini tentu lebih efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya pemasaran.
4. Memperkenalkan Produk Baru
Bundling juga efektif digunakan untuk memperkenalkan produk baru ke pasar. Produk baru bisa coba digabungkan dengan produk yang sudah familiar bagi konsumen sehingga menjadi lebih menarik.
Dengan cara ini, produk baru akan bisa lebih diterima, sekaligus membuka potensi repeat order di kemudian hari.
Strategi bundling artinya tidak hanya sebatas bermanfaat bagi penjual. Di sisi lain, konsumen juga sangat diuntungkan karena mendapat produk lebih dari satu dengan harga yang lebih terjangkau.
Namun, agar rugi dalam melakukan bunding, Ini Cara Menentukan Harga Jual Barang yang Tepat.
Jenis-jenis Bundling yang Harus Diketahui
Meski bundling artinya menggabungkan dua atau lebih produk dalam satu paket penjualan, metode ini memiliki beberapa jenis, yaitu:
1. B1G1 Bundling
B1G1 atau Buy 1 Get 1 adalah salah satu jenis bundling yang paling sering digunakan dan menarik bagi konsumen. Konsumen mendapat 1 produk tambahan secara free ketika membeli 1 produk utama dengan harga normal.
Contohnya, pembelian satu botol sabun mandi akan mendapatkan satu botol tambahan secara gratis, dengan varian yang sama maupun berbeda.
2. Mixed Bundling
Pada bundling jenis ini, memungkinkan konsumen atau pembeli untuk membeli produk secara satuan atau dalam satu paket/bundling dengan harga yang lebih hemat.
Contohnya, ketika penjual menawarkan produk X dan Y yang bisa dibeli secara terpisah, tetapi bisa mendapat harga lebih murah ketika dibeli secara bundling.
3. Pure Bundling
Berbeda dengan bundling sebelumnya yang dapat dibeli secara terpisah, produk-produk yang termasuk pure bundling tidak bisa dibeli secara terpisah.
Contohnya, paket langganan internet yang sudah termasuk modem dan layanan teknis, di mana masing-masing komponen tidak dijual secara terpisah.
4. Gift Set Bundling
Skema bundling ini biasanya dilakukan ketika ada event besar tertentu, seperti hari raya. Pada bundling ini, beberapa produk akan dikemas menjadi satu produk khusus.
Contohnya, paket hari raya yang berisi aneka kue kering, kartu ucapan, serta perlengkapan ibadah dalam satu kemasan khusus.
5. New Product Bundling
Sesuai dengan namanya, skema New Product Bundling bertujuan untuk memperkenalkan produk baru kepada konsumen. Caranya adalah dengan menggabungkannya dengan produk lama yang memiliki tingkat penjualan yang tinggi.
Contohnya, sebuah brand skincare menjual paket perawatan wajah yang berisi sabun cuci muka best seller dan varian serum terbaru dalam satu bundling dengan harga lebih menarik.
Tips Bundling yang Efektif untuk Meningkatkan Penjualan
Sebelum menerapkan strategi bundling, seller perlu memahami bahwa tidak semua bundling akan otomatis terjual. Agar efektif, bundling memerlukan strategi yang tepat.
Berikut ini beberapa tips bundling yang bisa dilakukan:
1. Tentukan Harga Bundling yang Kompetitif
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah harga bundling yang akan dipasang. Pastikan harga bundling terasa lebih hemat dibandingkan pembelian produk secara terpisah.
Maka pastikan penjual perlu menghitung margin keuntungan dengan cermat agar tetap kompetitif tanpa merugikan bisnis.
2. Sesuaikan Produk Bundling dengan Kebutuhan Konsumen
Perlu diketahui bahwa bundling yang tepat adalah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, seller harus mengetahui produk yang sedang ‘diinginkan’ oleh konsumen.
3. Perhatikan Stok dan Perputaran Produk
Stok merupakan hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan ketika menerapkan strategi bundling.
Produk yang kurang terjual dapat digabungkan dengan produk yang memiliki tingkat penjualan tinggi agar stok bergerak lebih cepat.
4. Gunakan Insight Penjualan sebagai Penentu Produk Bundling
Data penjualan dapat menjadi acuan penting dalam menentukan produk yang akan di-bundling. Melalui data tersebut, penjual dapat mengetahui produk mana yang paling diminati dan produk mana yang kurang laku.
Meski terlihat mudah, strategi bundling ini bisa jadi boomerang, terutama bagi seller yang berjualan di banyak marketplace sekaligus. Ini karena akan semakin banyak produk yang harus dikelola.
Di sinilah peran e-commerce enabler menjadi penting untuk membantu seller mengelola strategi bundling dengan lebih mudah. Melalui jasa ecommerce enabler seperti Ethix, seller dapat menjalankan berbagai campaign, termasuk bundling, tanpa harus terbebani proses operasional yang rumit.
Ethix Indonesia
https://ethix.id/A Jakarta-based e-logistics solutions company equipped with experienced management team in warehouses industry, integrated warehouse management system with standard business process and infrastructure, ethix.id aims to ease your way in growing phase.
Contact Us
Get in touch with the right people at Ethix.id, fill out the form or message us at via Whatsapp. We’ll put you in touch with the right team
By submitting, you agree to Ethix.id Privacy Policy
