Social Commerce Adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Bedanya dengan Ecommerce
Social commerce adalah cara transaksi melalui media sosial. Simak pengertian, manfaat, serta perbedaannya dengan e-commerce.
Perkembangan media sosial tidak hanya mengubah cara orang berkomunikasi, tetapi juga cara mereka berbelanja. Dari perubahan tersebut, muncul konsep social commerce sebagai model transaksi yang semakin populer.
Aktivitas yang sebelumnya sekadar menonton konten atau berinteraksi, kini juga berkembang menjadi kegiatan mencari dan membeli produk secara langsung melalui media sosial.
Lalu, apa social commerce sebenarnya dan apa bedanya dengan e-commerce?
Apa Itu Social Commerce?
Di Indonesia sendiri, istilah social commerce ini mungkin masih terdengar baru. Namun, menurut laporan Populix, 52% orang sudah mengenal istilah ini meskipun dengan pemahaman yang berbeda-beda.
Dilansir dari Forbes, Max Benator selaku CEO Orca menjelaskan bahwa social commerce adalah menjual produk melalui interaksi konten atau media sosial untuk konsumen.
Artinya, calon pembeli tidak perlu mengunjungi situs website penjualan secara terpisah karena transaksi dapat dilakukan langsung di media sosial.
Manfaat dan Keuntungan Menggunakan Social Commerce
Berdasarkan data Goodstats, sekitar 3,6% pendapatan dari belanja online di Indonesia berasal dari transaksi yang terjadi melaluisocial commerce.
Seiring dengan meningkatnya digitalisasi dalam beberapa tahun ke depan, angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 5% pada tahun 2028.
Angka ini menunjukkan bahwa social commerce mulai memiliki kontribusi dalam transaksi online dan berpotensi terus berkembang di masa depan. Beberapa keuntungan tersebut, seperti:
1. Menjangkau Pasar yang Lebih Luas
Bagi pelaku usaha, strategi ini dapat membantu menjangkau calon pelanggan secara lebih luas melalui konten yang menarik.
Terlebih lagi, jumlah pengguna media sosial di Indonesia (Data Goodstats tahun 2025) mencapai sekitar 143 juta orang. Hal ini tentu membuka peluang besar bagi bisnis untuk mempromosikan produk lewat media sosial.
2. Kemudahan dalam Proses Jual Beli
Selain itu, social commerce memudahkan dan mempercepat proses pembelian. Konsumen tidak perlu berpindah ke platform lain karena produk dapat ditemukan sekaligus dibeli langsung melalui media sosial.
Hal ini membuat pengalaman belanja menjadi lebih mudah dan praktis.
3. Adanya Interaksi Penjual dan Pembeli
Social commerce memungkinkan terjadinya interaksi secara langsung antara penjual dan pembeli.
Melalui fitur komentar, pesan pribadi, atau live streaming, calon pembeli dapat bertanya mengenai produk dengan detail sebelum melakukan pembelian.
Baca juga: Biaya Admin Ecommerce Membengkak Hingga 25%, Kemen UMKM Siap Buat Laporan ke Presiden
Perbedaan Social Commerce dengan E-Commerce
Meskipun sama-sama melibatkan transaksi secara online, social commerce dan e-commerce memiliki perbedaan yang cukup jelas.
E-commerce biasanya mengacu pada aktivitas jual beli melalui website tokoonline atau marketplace khusus yang dirancang untuk transaksi digital, seperti Shopee atau Tokopedia.
Sementara itu, social commerce memanfaatkan platform media sosial sebagai tempat promosi sekaligus transaksi. Interaksi antara penjual dan pembeli menjadi salah satu hal penting dalam social commerce.
Di sisi lain, social commerce sebenarnya dapat dianggap sebagai bagian dari e-commerce. Perbedaannya terletak pada kanal yang digunakan, yaitu media sosial yang memungkinkan proses promosi, interaksi, hingga transaksi terjadi dalam satu platform.
Contoh Social Commerce
Beberapa platform media sosial saat ini telah menyediakan fitur yang mendukung aktivitas social commerce.
Contohnya adalah fitur katalog produk dan live shopping di TikTok yang memungkinkan pengguna membeli produk langsung saat menonton siaran langsung. Selain itu, beberapa platform lain yang mendukung aktivitas social commerce, yaitu:
-
Facebook: Adanya halaman marketplace memungkinkan terjadinya transaksi.
-
Instagram: Fitur katalog yang ada di Instagram dapat mendorong audiens untuk bertransaksi.
Aplikasi chatting seperti WhatsApp juga sering dimanfaatkan untuk aktivitas social commerce melalui fitur katalog bisnis dan status.
Terlebih saat ini, WhatsApp juga telah menghadirkan katalog yang dapat memudahkan pengguna melihat produk yang dijual.
Itulah penjelasan mengenai social commerce beserta manfaat dan perbedaannya dengan e-commerce. Dengan semakin banyaknya pengguna media sosial, strategi ini berpotensi menjadi salah satu metode penjualan yang penting bagi pelaku usaha.
Jika Anda ingin mulai memanfaatkan social commerce melalui live shopping, Ethix menyediakan layanan enabler yang membantu mengelola sesi live, menampilkan katalog produk, hingga menangani pesanan yang masuk secara lebih praktis.
Hubungi tim Ethix melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.
Ethix Indonesia
https://ethix.id/A Jakarta-based e-logistics solutions company equipped with experienced management team in warehouses industry, integrated warehouse management system with standard business process and infrastructure, ethix.id aims to ease your way in growing phase.
Contact Us
Get in touch with the right people at Ethix.id, fill out the form or message us at via Whatsapp. We’ll put you in touch with the right team
By submitting, you agree to Ethix.id Privacy Policy
